Wednesday, November 30, 2016

Materi Makalah Model Pembelajaran Inovatif : Take and Give, Complete Sentence, TAI dan TGT

MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF
Take and Give, Complete Sentence, Team Assisted Individualization dan Team Games Tournament



Disusun Oleh :
Nenti Setiawati
NPM. 145020340
Program Matematika
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
UNIVERSITAS BALIKPAPAN
Jalan Pupuk Gunung Bahagia Telp. (0542) 764205
Th. 2016

MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF

1.      TAKE AND GIVE

A.  Pengertian Model Pembelajaran Take and Give
Model Pembelajaran Take and Give secara bahasa mengandung arti mengambil/menerima dan memberi. Secara istilah pembelajaran Take and Give adalah pembelajaran dimana siswa mengambil/menerima pelajaran serta memberi pelajaran pada siswa lainnya. Mengajar teman sebayanya memberi kesempatan peserta didik untuk berkembang dan lebih mendalami pelajaran. Model pembelajaran Take and Give memiliki sintaks, dimana menuntut siswa mampu memahami materi yang di berikan guru dan teman sebayanya.
Menurut Melvin Silberman (active learning 101 strategi pembelajaran aktif), beberapa ahli percaya bahwa suatu mata pelajaran benar-benar dikuasai banyak apabila peserta didik mampu mengajarkan pada peserta lain. Mengajar teman sebaya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari sesuatu yang baik pada waktu yang sama saat ia menjadi narasumber bagi yang lain. Strategi berikut juga memberikan kepada pengajar tambahan-tambahan apabila mengajar dilakukan oleh peserta didik.
B. Langkah-langkah Pembelajaran Take and Give
Berikut langkah-langkah yang perlu di lakukan dalam menerapkan metode Take and Give :
    1.      Guru menjelaskan materi sesuai kompetensi yang sudah direncanakan selama 45 menit.
    2.      Untuk memantapkan penguasaan siswa akan materi yang sudah dijelaskan, setiap siswa diberikan satu kartu untuk dipelajari (dihapal) selama 5 menit.
     3.      Kemudian guru meminta semua siswa berdiri dan mencari teman pasangan untuk saling menginformasikan materi yang telah diterimanya. Tiap siswa harus mencatat nama teman pasangannya pada kartu yang sudah diberikan.
     4.      Demikian seterusnya sampai semua siswa dapat saling memberi dan menerima materi masing-masing (take and give).
     5.      Guru mengevaluasi keberhasilan model pembelajaran take and give dengan memberikan siswa pertanyaan yang tidak sesuai dengan kartunya (kartu orang lain).
     6.      Guru dan siswa membuat kesimpulan bersama mengenai materi pelajaran.
     7.      Guru menutup pelajaran.                       
C. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Take and Give
Dalam metode ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Berikut ulasannya.
Kelebihan :
·         Penguasaan materi akan lebih cepat, karena siswa mendapatkan materi dari guru dan siswa lainnya.
·         Guru lebih efisien dalam memberikan pelajaran.
Kelemahan:
·         Dapat terjadi kesalahan informasi/materi apabila informasi/materi yang di berikan siswa lainnya salah.

2.      COMPLETE SENTENCE

A.  Pengertian Model Pembelajaran Complete Sentence
Model pembelajaran complete sentence adalah model pembelajaran mudah dan sederhana di mana siswa belajar melengkapi paragraf yang belum sempurna dengan menggunakan kunci jawaban yang tersedia. Komponen penting dalam penerapan model pembelajaran ini adalah pembentukan kelompok yang maksimal 3 orang, kemudian berdiskusi dan mengambil kesimpulan.
B.  Langkah-Langkah Model Pembelajaran Complete Sentence
Berikut langkah-langkah dalam menerapkan metode Complete Sentence :
1.      Guru mempersiapkan LKS atau modul.
2.      Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
3.      Guru Menyampaikan materi secukupnya atau siswa disuruh membacakan buku atau modul dengan waktu secukupnya.
4.      Guru membentuk kelompok 2 atau 3 orang secara heterogen.
5.      Guru membagikan lembar kerja berupa paragraf yang kalimatnya belum lengkap.
6.      Siswa berdiskusi untuk melengkapi kalimat yang belum lengkap dengan kunci jawaban yang tersedia.
7.      Siswa berdiskusi secara berkelompok.
8.      Setelah jawaban di diskusikan, jawaban yang salah di perbaiki dan tiap peserta didik membaca sampai mengerti atau hafal.
9.      Mengambil kesimpulan.

C.  Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Complete Sentence
Model pembelajaran Complete Sentence mempunyai kelebihan diantaranya:
·         Meningkatkan kerjasama siswa dalam kelompok.
·         Akan dapat memperdalam dan mempertajam pengetahuan siswa melalui lembar kerja yang dibagikan kepadanya, sebab mau tidak mau dia harus menghafal atau paling tidak membaca materi yang diberikan kepadanya.
Adapun kekurangan dalam model pembelajaran complete antara lain:
·         Pembicaraan dalam diskusi sering melenceng dari materi.
·         Adanya siswa yang kurang mempunyai bahan dalam diskusi atau tidak mampu menyampaikan pendapatnya dalam diskusi, sehingga sering hanya beberapa siswa saja yang aktif.

3.      TEAM ASSITED INDIVIDUALIZATION (TAI)
A.  Pengertian Model Pembelajaran TAI
Model pembelajaran kooperatif tipe Team Assited Individualization atau TAI ini dikembangkan oleh Slavin. Tipe ini mengkombinasikan keunggulan pembelajaran kooperatif dan pembelajaran individual. Tipe ini dirancang untuk mengatasi kesulitan belajar siswa secara individual. Oleh karena itu, kegiatan pembelajarannya lebih banyak digunakan untuk pemecahan masalah.
Ciri khas pada tipe TAI ini adalah setiap siswa secara individual belajar materi pembelajaran yang sudah dipersiapkan oleh guru. Kemudian hasil belajar individual dibawa ke kelompok masing-masing untuk didiskusikan dan saling dibahas oleh anggota kelompok, dan semua anggota kelompok bertanggung jawab atas keseluruhan jawaban sebagai tanggung jawab bersama.
B.  Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI
Adapun Langkah-langkah dari model pembelajaran kooperatif tipe TAI adalah sebagai berikut:
1.      Placcement test
Untuk mengetahui kemampuan siswa dan sebagai dasar timbangan pengelompokan, maka siswa dalam tahap ini diberi tes yang berupa pretest atau bisa berupa hasil test sebelumnya.
2.      Team
Siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan 4-5 orang yang heterogen. Fungsi kelompok adalah memastikan semua anggota kelompok ikut dan memiliki kesempatan yang sama untuk sukses. Tiap kelompok mengembangkan kemampuan masing-masing untuk objek yang dipermasalahkan sehingga ada interaksi kelompok yang diperoleh dari seluruh sumbangan anggota kelompok.
3.      Teching group
Guru menjelaskan materi pokok secara klasikal pada siswa yaitu dengan memperkenalkan konsep-konsep utama kepada siswa sebelum mengerjakan tugas secara individu.
4.      Student Ceative
Sebelum siswa belajar pada kelompoknya, terlebih dahulu masing-masing siswa berusaha membaca, memahami meteri-materi pelajaran dan mengerjakan tugas secara individu.
5.      Team Study
Para siswa diberikan suatu unit perangkat pembelajaran secara individu, unit tersebut berisikan materi kemudian para siswa mengerjakan dan membahas unit-unit tersebut dalam kelompok masing-masing.jika ada siswa yang mendapat kesulitan disarankan untuk meminta bantuan kepada kelompok sebelum meminta bantuan kepada guru.
6.      Whole Class Unit
Pada tahap ini dilakukan diskusi kelas, setiap anggota kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Ketika ada kelompok yang mempresentasikan hasil kerja kelompoknya, maka tugas lain adalah menanggapi jawaban dari hasil kerja kelompok lain yang presentasi. Setelah diskusi setelah guru mengevaluasi terhadap jalannya diskusi dan membenahi atau menyempurnakan jawaban siswa. Di akhir diskusi guru meminta kepada siswa untuk membuat kesimpulan.
7.      Fact Test
Guru memberikan tes untuk mengukur kemampuan siswa setelah diberikan materi. Pada penelitian ini tes diberikan setelah akhir pembelajaran.
8.      Team Scores and Team Recognition
Diakhir pembelajaran guru memberikan skor kelompok. Skor ini didasarkan pada jumlah rata-rata dari nilai tes anggota kelompok.
Pemberian penghargaan diberikan setiap akhir pembelajaran berdasarkan skor peningkaan yang diperoleh setiap anggota kelompok. Pemberian penghargaan diberikan dengan menyebutkan nama-nama kelompok dengan skor kelompok tertinggi dan skor perkembangan tertinggi, dan penghargaan dapat berupa apapun asalkan siswa dapat tertarik serta termotivasi serta meningkatkan prestasi kelompoknya.
C.  Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran TAI
            Model pembelajaran koopertif TAI memiliki kekurangan dan kelebihan. Kelebihan dan kekurangan pembelajaran kooperatif TAI, Slavin (1995:101) menyatakan bahwa belajar kooperatif TAI mempunyai kelebihan sebagai berikut :
·         Meningkatkan hasil belajar siswa.
·         Meningkatkan motivasi belajar pada diri siswa.
·         Mengurangi perilaku yang mengganggu.
·         Model pembelajaran ini dapat membantu siswa yang lemah.
Selain memiliki kelebihan model pembelajaran kooperatif TAI juga memiliki kekurangan, yaitu :
·         Di butuhkan waktu yang lama untuk membuat dan mengembangkan perangkat pembelajaran.
·         Dengan jumlah siswa yang besar dalam kelas, maka guru akan mengalami kesulitan dalam memberikan bimbingan kepada siswanya.

4.      TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT)
A.  Pengertian Model Pembelajaran TGT
Model pembelajaran TGT adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin dan suku kata atau ras yang berbeda. Guru menyajikan materi, dan siswa bekerja dalam kelompok mereka masing-masing. Dalam kerja kelompok guru memberikan LKS kepada setiap kelompok. Tugas yang diberikan dikerjakan  bersama-sama dengan anggota kelompoknya. Apabila ada dari anggota kelompok yang tidak mengerti dengan tugas yang diberikan, maka anggota kelompok yang lain bertanggungjawab untuk memberikan jawaban atau menjelaskannya, sebelum mengajukan pertanyaan tersebut kepada guru.
Untuk memastikan bahwa seluruh anggota kelompok telah menguasai pelajaran, maka seluruh siswa akan diberikan permainan akademik. Dalam permainan akademik siswa akan dibagi dalam    meja-meja turnamen, dimana setiap meja turnamen terdiri dari 5 sampai 6 orang yang merupakan wakil dari kelompoknya masing – masing. Siswa dikelompokkan dalam satu meja turnamen secara homogen dari segi kemampuan akademik, artinya dalam satu meja turnamen kemampuan setiap peserta diusahakan agar setara. Hal ini dapat ditentukan dengan melihat nilai yang mereka peroleh pada saat pre-test. Skor yang diperoleh setiap peserta dalam permainan akademik dicatat pada lembar pencatat skor. Skor kelompok diperoleh dengan menjumlahkan skor-skor yang diperoleh anggota suatu kelompok, kemudian dibagi banyaknya anggota kelompok tersebut.
B.  Langkah-langkah Pembelajaran TGT
Menurut Slavin pembelajaran kooperatif tipe TGT terdiri dari 5 langkah tahapan yaitu :
1.      Penyajian kelas
Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, diskusi yang dipimpin oleh guru. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru, karena  akan membentu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok.
2.      Kelompok (Team)
Kelompok terdiri atas 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin dan rasa tau etnik. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan lebih baik dan optimal pada saat game.
3.      Game
Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang di dapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan.
4.      Turnamen
Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan dalam satu meja I, tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya.
5.      Team Recognize (penghargaan kekompok)
Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi criteria yang ditentukan. Team mendapat julukan “Super Team” jika rata-rata skor 45 atau lebih, “Great Team” apabila rata-rata mencapai 40-45 dan “Good Team” apabila rata-ratanya 30-40.

Metode pembelajaran kooperatif Team Games Tournament (TGT) ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Menurut Suarjana (2000:10) dalam Istiqomah (2006), yang merupakan kelebihan dari pembelajaran TGT antara lain :
·        Lebih meningkatkan pencurahan waktu untuk tugas
·        Mengedepankan penerimaan terhadap perbedaan individu
·        Dengan waktu yang sedikit dapat menguasai materi secara mendalam
·        Proses belajar mengajar berlangsung dengan keaktifan dari siswa
·        Mendidik siswa untuk berlatih bersosialisasi dengan orang lain
·        Motivasi belajar lebih tinggi
·        Hasil belajar lebih baik
·        Meningkatkan kebaikan budi, kepekaan dan toleransi

Sedangkan kelemahan TGT adalah:
·        Sulitnya pengelompokan siswa yang mempunyai kemampuan heterogen dari segi akademis. Kelemahan ini akan dapat diatasi jika guru yang bertindak sebagai pemegang kendali teliti dalam menentukan pembagian kelompok.
·        Waktu yang dihabiskan untuk diskusi oleh siswa cukup banyak sehingga melewati waktu yang sudah ditetapkan. Tetapi, kesulitan ini dapat diatasi jika guru mampu menguasai kelas secara menyeluruh.


ARTIKEL TERKAIT:

No comments:

Post a Comment