Wednesday, November 30, 2016

Contoh Review Jurnal Kuantitatif

Review Jurnal Kuantitatif
”Pengaruh Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) terhadap Perkembangan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas II SD Kartika 1.10 Padang”


Disusun Oleh :
Nenti Setiawati
NPM. 145020340
Program Matematika
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
UNIVERSITAS BALIKPAPAN
Jalan Pupuk Gunung Bahagia Telp. (0542) 764205
Th. 2016
  I.            A. Jenis Jurnal
Jurnal Penelitian Kuntitatif
B. Nama Penulis
Effie Efrida Muchlis (Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu)
C. Judul Jurnal
Pengaruh Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) terhadap Perkembangan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas II SD Kartika 1.10 Padang.

II.            Pengantar Dan Tujuan
          Matematika sebagai mata pelajaran yang wajib di berikan mulai dari siswa sekolah dasar bertujuan untuk membekali siswa agar berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, kreatif serta kemampuan bekerja sama. Ide penggunaan PMRI sebagai sarana pendekatan perkembangan kemampuan pemecahan masalah siswa menekankan pada pengajaran matematika dengan mengaitkannya dalam kehidupan nyata sehari-hari yang bersifat realistik. Sehingga  siswa dapat menyelesaikan masalah dengan mengubah ke model matematika menggunakan konsep yang di milikinya.
Penulis mengangkat masalah pembelajaran matematika khususnya di SD Kartika 1.10 Padang masih monoton pada pengenalan rumus-rumus dan konsep-konsep secara verbal. Belum menekankan pada pengembangan daya nalar, logika dan proses berpikir siswa. Sehingga, perlu ada perubahan dalam pembelajaran matematika yang mekanistis menjadi humanistik yang menyenangkan. Penerapan “Pendidikan Matematika Realistik Indonesia”  menekankan pada aktivitas pembelajaran siswa di dunia nyata untuk mencari, menemukan dan membangun sendiri pengetahuan yang di perlukan, sehingga pembelajaran terpusat pada siswa.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kemampuan pemecahan masalah siswa yang belajar dengan pendekatan PMRI dan Konvensional serta kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang telah melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan PMRI. Selain itu untuk mengetahui bagaimana peranan guru dalam membantu pemecahan masalah siswa setelah mengikuti workshop PMRI.

 III.            Metode Penelitian
·    Subjek : 1 Guru kelas dan Siswa kelas II  tahun pelajaran 2010/2011 SD Kartika 1.10  Padang dengan mengambil 3 siswa di kelompok tinggi, 3 siswa di kelompok sedang dan 3 siswa di kelompok rendah.
·    Prosedur Penelitian
1.    Metode Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan metode  kuantitatif  dilakukan dalam bentuk quasy  experiment  yang didukung dengan data kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes kemampuan pemecahan masalah. Dalam penelitian juga digunakan lembar kerja  siswa  (LKS)  untuk  membantu  siswa  dalam  pembelajaran  dengan  PMRI. Teknik  analisis  data  yang digunakan  adalah  untuk  data  kuantitatif  berupa  tes  kemampuan  pemecahan  masalah  dianalisis  dengan menggunakan Uji-t.  Untuk  data  pendukung  berupa  data  kualitatif  digunakan  analisis  deskriptif.
                                                                                                                        
2.    Metode Analisis Data
Analisis data penelitian dilakukan melalui 3 tahap :
1.      Reduksi  data
Proses pemilihan  data  kasar  yang  muncul  dari  catatan-catatan tertulis di  lapangan. Proses ini dilaksankan dengan  mengamati  indikator-indikator  pemecahan masalah  yang muncul  dalam  proses  pembelajaran. Selain  itu  indikator  tersebut  juga  diamati  dari portofolio siswa.
2.      Penyajian data
Data yang telah  disederhanakan  selanjutnya  disajikan  dalam bentuk  tulisan.  Data  diperoleh  dari  video  taping yaitu  video  selama  proses  pembelajaran  dianalisis dan  ditarik  kesimpulan  kemudian  disajikan  dalam bentuk  narasi.  Untuk  wawancara  dilakukan dilakukan  kepada  siswa  setelah  belajar  dengan pendekatan  PMRI  dan wawancara juga dilakukan kepada siswa setelah melaksanakan tes kemampuan pemecahan  masalah  dan  hasil  wawancara  harus segera dibuat laporan. Setelah semua data dianalisis dan  disajikan  dalam  bentuk  narasi.
3.      Verifikasi
Yaitu penarikan  kesimpulan dari  kegiatan  akhir  penelitian.  Penarikan kesimpulan  dilakukan  berdasarkan  teori  mengenai kemampuan  pemecahan  masalah  dan  data  berupa tes hasil belajar.

 IV.            Hasil Dan Pembahasan
Untuk melihat perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, penulis melakukan tes kemampuan pemecahan masalah matematika dengan rumus liliefors. Hasil uji tersebut tidak berdistribusi normal. Penulis melakukan Uji  U  Mann-Whitney, seperti di kemukakan pada tabel berikut.
Hasil Uji U Mann-Whitney
Kelas Kontrol
Pembelajaran dengan
Pendekatan
Konvensional
Kelas Eksperimen
Pembelajaran dengan
Pendekatan PMRI
N1 = 30 
R1= 720,5 
U = 674,5
Z = 3,0013
p < 0,0013
N2 = 31
R2 = 1170,5


Karena p < 0,0013 dan 0,0013 lebih kecil dari α  = 0,01 maka H0 ditolak. Jadi,  dapat  disimpulkan  bahwa  kemampuan penalaran  matematika  siswa  yang  belajar  dengan pendekatan PMRI lebih baik dari pada siswa yang belajar dengan pendekatan konvensional.
Untuk perkembangan kemampuan pemecahan masalah, penulis menggunakan indikator pemecahan masalah sebagai berikut :
a.       Menunjukkan Pemahaman Masalah
Hasil uji ini di simpulkan dari tes cara siswa menuliskan bagian yang di ketahui dan bagian yang di tanya dari soal yang di berikan. Secara keseluruhan siswa eksperimen dapat menuliskan informasi yang ada pada soal dan juga menuliskan bagian yang di tanya pada soal.
b.      Memilih Pendekatan dan Metode Masalah secara Tepat
Hasil yang di peroleh menunjukan siswa di kelompok tinggi secara langsung dapat memilih pendekatan dan metode untuk menyelesaikan masalah secara tepat, siswa di kelompok sedang sebenarnya mampu memahami masalah, hanya penyampaiannya yang tidak prosedural. Sedangkan untuk siswa di kelompok rendah mereka belum dapat menentukan metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah yang diberikan.
c.       Menyelesaikan Masalah
Pembelajaran dengan pendekatan PMRI mengutamakan proses selain hasil yang didapat juga harus benar. Dalam penelitian yang penulis lakukan, secara umum siswa eksperimen dapat menyelesaikan masalah secara benar, meskipun ada yang memberikan jawaban akhir tidak lengkap. Dari hasil ini pendekatan PMRI dalam menyelesaikan masalah dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga siswa dengan mudah akan mengeluarkan ide dalam memilih cara yang paling tepat untuk menyelesaikan masalah langkah demi langkah. Peran guru dalam pendekatan PMRI dilakukan dengan menekankan realistik sebagai titik awal dimana siswa dapat mengeksplorasi dan menemukan kembali gagasan matematika dalam situasi yang nyata.

    V.            Kesimpulan
Hasil analisis yang di lakukan penulis menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa yang belajar menggunakan pendekatan PMRI lebih baik secara signifikan dari pada siswa yang belajar menggunakan pendekatan konvensional. Hal ini di lihat dari cara siswa menyelesaikan masalah yang di berikan di lakukan dengan prosedural, metode penyelesaian bervariasi, dan menyelesaikannya secara tepat. Mereka juga mampu menjelaskan proses penyelesaian masalah. Dalam hal ini guru sangat berperan dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah yang di lakukan dengan cara memulai pembelajaran dengan masalah konstektual untuk memudahkan siswa memahami permasalahan dan membiasakan siswa untuk mengemukakan gagasan sehingga siswa mampu menemukan solusi untuk permasalahan yang di berikan.

Referensi : http://repository.unib.ac.id/519/1/08.%2520Effie%2520Efrida%2520Mukhlis.pdf&sa=U&ved=0ahUKEwi8mseC2sXPAhWIpYMKHcLuBaAQFggLMAA&usg=AFQjCNGDd1INOltZDyGQxerKgqL1al6b5g















ARTIKEL TERKAIT:

No comments:

Post a Comment