Wednesday, November 30, 2016

Contoh Makalah Teori Ekonomi Makro

MAKALAH DISKUSI
MATA KULIAH TEORI EKONOMI MAKRO
Dosen Pengampu : Iskak Elli
Di Susun Oleh Kelompok I
No.
Nama
NIM
1.
M. Irfan Yusup
13.641.0190
2.


3.


4.


5.


6.


7.


8.



Manajemen Kelas Sore B

Fakultas Ekonomi
UNIVERSITAS PANCAMARGA PROBOLINGGO
Jalan Yos Sudarso Pabean Dringu Telp. (0335) 422715
Th. 2014
KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan pemilik semesta alam dan sumber segala pengetahuan karena atas bimbingan-Nya penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Pendapatan Nasional”. Makalah ini disusun berdasarkan pengamatan penyusun dari berbagai sumber. Adapun penyusunan karya ilmiah ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas Teori Ekonomi Makro II. Selain itu dapat menambah wawasan pengetahuan yang luas mengenai pendapatan nasional yang seringkali kita dengar.
Kami sangat menyadari makalah ini masih jauh dari kesempuranaan.  Oleh karena itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun kami sangat harapkan untuk kesempurnaan dari kekurangan-kekurangan yang ada, sehingga makalah ini dapat bermanfaat.
Akhir kata, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu kami dalam penyusunan karya ilmiah ini, terkhusus kepada dosen tercinta bapak Iskak elli, karena dengan tugas ini, kami menjadi lebih tahu mengenai pendapatan nasional.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan balasan yang setimpal atas bantuan dan pengorbanan mereka kepada kami dan melimpahkan rahmat dan karunia–Nya kepada kita semua.  Amin ya Rabbal Alamin.
Probolinggo, 23 Maret 2014


        Penyusun
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ....................................................................................................... 1
Daftar Isi ................................................................................................................ 2
BAB I
PENDAHULUAN .................................................................................................. 3
1.1.       Latar belakang ........................................................................................... 3
1.2.       Rumusan masalah ...................................................................................... 4
1.3.       Tujuan penulisan ....................................................................................... 4
1.4       Manfaat penulisan ......................................................................................
BAB II
PEMBAHASAN .................................................................................................. 5
A.  Pendapatan Nasional ...................................................................................... 5
a.       Pengertian pendapatan nasional ................................................................. 5
b.      Konsep pendapatan nasional ....................................................................... 5
c.       Penghitungan pendapatan nasional ............................................................ 6
d.      Manfaaat pengitungan pendapatan nasional ............................................... 7
e.       Faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional ...................................... 8

BAB III
PENUTUP .......................................................................................................... 10
Kesimpulan ......................................................................................................... 10
Daftar Pustaka ..................................................................................................... 11


BAB I
PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang
Pertumbuhan ekonomi merupakan hal yang sangat penting dalam suatu negara. Para ekonom dan politisi dari semua negara , baik yang menganut sistem ekonomi kapitalis, sosialis maupun campuran mendambakan dan menomorsatukan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi suatu negara berkaitan erat pendapatan nasional negara tersebut, karena pendapatan nasional merupakan tolak ukur berhasil atau tidaknya suatu negara meningkatkan pertumbuhan ekonominya. Dalam hal ini, pendapatan nasional berhubungan erat dengan pendapatan masyarakat negara tersebut.
Dalam hal ini, di negara kita Indonesia, berbagai sektor usaha seperti pertanian, perkebunan, industri, pariwisata, perbankan dan masih banyak sektor yang lain berlomba-lomba menghasilkan pendapatan yang tinggi guna menghidupi usaha yang mereka jalani agar tetap bisa bertahan. Di lain sisi, Kegiatan perekonomian yang dilakukan oleh berbagai sektor tersebutlah yang akan memberikan pendapatan nasional bagi Negara. Dengan pendapatan nasional, akan terlihat tingkat kemakmuran suatu Negara, semakin tinggi pendapatan nasional suatu Negara maka dapat dikatakan semakin tinggi juga tingkat kesejahteraan rakyatnya.
Namun, sebenarnya pendapatan nasional suatu Negara tidak dapat sepenuhnya dijadikan sebagai indikator naiknya tingkat kesejahteraan rakyat di suatu negara. Sebagai contoh, meskipun pendapatan nasional Indonesia pada tahun 2010 naik dari tahun sebelumnya, tetapi tetap saja masih (sangat) banyak rakyat Indonesia yang sampai saat ini hidup di bawah garis kemiskinan. Mengapa hal itu bisa terjadi? Tentu kita harus mencermati bahwa pendapatan nasional merupakan kumpulan pendapatan dari setiap kegiatan perekonomian berbagai sektor yang terdapat pada suatu negara dalam periode satu tahun, jadi ada kemungkinan terjadinya kesenjangan pendapatan antar daerah di Negara ini. Kesenjangan pendapatan antar daerah terjadi dapat disebabkan oleh letak geografis suatu daerah, tingkat kecerdasan rakyat pada suatu daerah, dan jumlah lapangan kerja di suatu daerah. Nah, kesenjangan pendapatan antar daerah inilah yang menyebabkan tingkat kemiskinan di Indonesia masih sangat tinggi. Disinilah pentingnya mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan pendapatan nasional, apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional akan dibahas di bab berikutnya.

1.2       Rumusan Masalah
Berdasar dari latar belakang tersebut, muncul permasalahan-permasalahan yang dirumuskan sebagai berikut :  
1.      Pengertian pendapatan nasional
2.      Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional
3.       Konsep pendapatan nasional
4.      Pengukuran pendapatan nasional
5.      Manfaat penghitungan pendapatan nasional
6.      Informasi Pendapatan Nasional Indonesia

1.3       Tujuan Penulisan
            Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Makro II. Selain itu juga dapat dijadikan sebagai tambahan referensi dan wacana bagi siapapun yang ingin mencari informasi tambahan mengenai materi pendapatan nasional.

1.4       Manfaat Penulisan
Manfaat yang dapat diambil dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan pendapatan nasional sehingga lebih memahami tentang pendapatan nasional.




















BAB II
PEMBAHASAN

2.1       Pengertian Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun. Dalam pengertian lain, pendapatan nasional adalah ukuran nilai output berupa barang dan jasa yang dihasilkan suatu Negara dalam periode tertentu atau jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu Negara dalam satu tahun.
Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.

2.2       Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Nasional
1.  Permintaan dan penawaran agregat
Salah satu faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional adalah permintaan dan penawaran agregat. Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu. Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan, sehingga berpengaruh pada pendapatan nasional. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.

2.  Konsumsi dan tabungan
Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu, sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
3.  Investasi
Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.
2.3       Konsep Pendapatan Nasional
            Sebelum mengukur/menghitung pendapatan nasional suatu negara kita harus mengetahui konsep-konsepnya. Berikut ini adalah beberapa konsep pendapatan nasional :
·         1. Produk Domestik Bruto / Gross Domestic Product (GDP)
Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang tersebut.  Konsep ini sering disebut sebagai konsep kewilayahan. Dalam perhitungan GDP ini, Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
Penghitungan nilai GDP dapat dilakukan atas dua macam dasar harga yaitu :
GDP atas dasar harga berlaku, merupakan GDP yang dihitung dengan dasar harga yang berlaku pada tahun tersebut. GDP atas dasar harga berlaku berfungsi untuk melihat dinamika/perkembangan struktur ekonomi yang riil pada tahun tersebut.
PDB atas dasar harga konstan, merupakan GDP yang dihitung dengan dasar harga yang berlaku pada tahun tertentu. GDP atas dasar harga konstan berfungsi untuk melihat pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun. Contohnya jika kita ingin mengetahui berapa persen kenaikan GDP dari tahun 2010, 2011 dan tahun 2012, karena nilai/harga suatu produk tiap tahun berubah-ubah maka kita harus mengubah nilai GDP tahun 2010 dan 2011 dengan dasar harga tahun 2012 sehingga akan terlihat dengan jelas besaran kenaikan dari tiap tahunnya.

         2. Produk Nasional Bruto/Gross National Product (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau GNP meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut. Konsep seperti ini sering disebut konsep kewarganegaraan. Dengan kata lain GNP adalah jumlah Produk Domestik Bruto ditambah dengan pendapatan neto dari luar negeri (penghasilan neto) adalah penghasilan dari warga negara yang bekerja di luar negeri dikurangi penghasilan warga negara lain yang bekerja di dalam negeri).
Hal ini dapat dirumuskan sebagai berikut : PNB = PDB + Pendapatan Neto dari luar negeri (Net Factor Income from Abrood)
di mana,
·         PNB =  Produk Nasional Bruto/Gross National Product (GNP).
·         PDB =  Produk Domestic Bruto/Gross Domestic Product (GDP).
·         Pendapatan  Neto  = Pendapatan dari warga negara yang tinggal di luar negeri dikurangi pendapatan warga negara asing yang bekerja di dalam negeri.
Contoh :
Hardi warga negara Indonesia, bekerja di Indonesia dengan pendapatan Rp2.000.000,00 Paul warga negara asing tinggal dan bekerja di Indonesia, pendapatan Rp3.000.000,00 Ali warga negara Indonesia tinggal dan bekerja di luar negeri dengan pendapatan Rp1.000.000,00.
Maka PDB (GDP) = pendapatan Hardi + pendapatan Paul = Rp2.000.000,00 + Rp3.000.000,00 = Rp5.000.000,00.
Penghasilan Neto = pendapatan Ali − pendapatan Paul = Rp1.000.000,00  − Rp3.000.000,00 = -Rp2.000.000,00,
 dengan menerapkan rumus di atas dapat kita ketahui PNB adalah:
PNB (GNP)   = PDB + Penghasilan Neto
                        = Rp5.000.000,00 + (- Rp2.000.000,00)
                       = Rp3.000.000,00

3.  Produk Nasional Neto/Net National Product (NNP)
Net National Product (NNP) atas dasar harga pasar yaitu GNP dikurangi depresiasi/penyusutan atas barang modal dalam proses produksi selama satu tahun.
Persamaan matematiknya: NNP = GNP - Depresiasi
Contoh:
Pada tahun 2003 GNP Indonesia atas dasar harga berlaku 2.007.191,1 milliar rupiah dan depresiasi/penyusutan sebesar 104.337,9 milliar maka:
NNP       =  2.007.191,1  − 104.337,9 =  1.902.853,2 milliar

·         4. Pendapatan Nasional Neto/Net National Income (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurangi pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
Contoh:
Pada tahun 2003 GNP Indonesia atas dasar harga berlaku 2.007.191,1 milliar rupiah, sedangkan depresiasi/penyusutan sebesar 104.337,9 milliar dan pajak tidak langsung dikurangi subsidi sebesar 85.272,2 milliar maka:
NNI        =  2.007.191,1  − 104.337,9  − 85.272,2
               =  1.817.519 milliar

5. Pendapatan Perseorangan (PI)
Pendapatan perseorangan (Personal Income) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
·         6. Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh daripersonal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

2.4       Pengukuran Pendapatan Nasional
            Dalam menghitung pendapatan nasional dapat dilakukan dengan cara 3 pendekatan :
1.      Pendekatan Produksi (Production Approach)
Yaitu mengukur pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan nilai akhir barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat suatu negara selama 1 periode tertentu.
Dalam menggunakan pendekatan ini perlu menghindari adanya double counting atau dalam kata lain pencatatan ganda yang dilakukan dengan cara penentuan nilai akhir (value coods) atau nilai tambah (value added).
Contoh :
Produksi
Nilai Akhir (fc)
Nilai Tambah (VA)

Kapas
3.000
3.000

Benang
7.500
4.500

Textil
15.000
7.500

Konveksi
30.000
15.000


55.000
30.000
            Nilai Akhir (Benar)
                                    Double Counting (Salah)                          Nilai Akhir (Benar)

2.      Pendekatan Pendapatan (Income Approach)
Yaitu menghitung pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan pendapatan yang di terima oleh masyarakat atas kepemilikan faktor-faktor produksi selama 1 periode tertentu.
3.      Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach)
Yaitu mengukur pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan oleh pelaku ekonomi.
Yang disebut pelaku ekonomi adalah :
1.      Rumah Tangga  Konsumsi            Konsumsi/C
2.      Rumah Tangga Produksi               Investasi/I
3.      Rumah Tangga Negara              Belanja Negara/G
4.      Rumah Tangga Luar Negeri                Expor Impor / X – M
Sehingga di rumuskan : 
PN = C + I + G ( X – M )

2.5       Manfaat Penghitungan Pendapatan Nasional
Bila data pendapatan nasional diketahui, maka akan memberikan dampak bagi kondisi perekonomian dalam suatu Negara. Berikut ini beberapa dampak diketahuinya pendapatan nasional bagi kondisi perekonomian dalam negeri :
·         Dengan mengetahui data pendapatan nasional, pemerintah dapat menelaah kembali struktur perekonomian yang kemudian dapat dijadikan bahan untuk membuat kebijakan guna meningkatkan kondisi perekonomian di Negara ini.
·         Dengan data pendapatan nasional, pemerintah dapat mengetahui tingkat penyebaran pendapatan yang kurang merata antar daerah, dengan begitu pemerintah dapat membuka lapangan kerja baru di daerah yang berpendapatan rendah dengan tujuan mengurangi pengangguran dan kemiskinan serta pendapatan antar daerah juga akan lebih merata. Sehingga kondisi perekonomian di Negara ini dapat ditingkatkan.
·         Dengan data pendapatan nasional, pemerintah dapat menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekonomian terhadap pendapatan nasional. Maksudnya, pemerintah dapat meningkatkan sektor-sektor tertentu yang kurang memberikan kontribusi bagi pendapatan nasional agar dapat lebih berkontribusi terhadap pendapatan nasional untuk masa yang akan datang, serta dapat menentukan sektor mana saja yang menjadi andalan untuk meningkatkan pendapatan nasional.
·         Dengan data pendapatan nasional, pemerintah dapat membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, sehingga dapat dijadikan sebagai landasan perumusan kebijakan untuk meningkatkan kondisi perekonomian di Negara ini untuk masa yang akan datang.
Semua hal tersebut bermuara pada satu tujuan bersama yaitu peningkatan kondisi perekonomian Negara ini dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Semoga dengan segala perbaikan yang akan dilakukan pemerintah, Negara kita dapat meningkatkan pendapatan nasionalnya di masa yang akan datang dan dibarengi dengan kenaikan tingkat kesejahteraan rakyat.

2.6       Analisis Pendapatan Nasional
            Dalam menganalisa pendapatan nasional dapat dibagi menjadi 3 perekonomian yaitu :
1.      Perekonomian Dua Sektor
Dalam penghitungan perekonomian dua sektor hanya melibatkan dua sektor perekonomian ( pelaku ekonomi ) yaitu Rumah Tangga Konsumsi dan Rumah Tangga Produksi. Rumus perekonomian dua sektor adalah
Y = E                           Y = Pendapatan
E = C + I                     E = Pengeluaran
YEq = C + I                  Eq = Equilibrium
2.      Perekonomian Tiga Sektor
Dalam perekonomian 3 sektor terdapat tiga pelaku ekonomi yaitu Rumah Tangga Konsumsi, Rumah Tangga Produksi dan Rumah Tangga Negara.
Rumus perekonomian 3 sektor adalah YEq = C + I + G
3.      Perekonomian Empat Sektor
Dalam perekonomian 4 sektor terdapat empat pelaku ekonomi di dalamnya, yaitu Rumah Tangga Konsumsi, Rumah Tangga Produksi, Rumah Tangga Negara dan Rumah Tangga Luar Negeri.
Rumus perekonomian 4 sektor adalah YEq = C + I + G + ( X – M )










2.6       Informasi Pendapatan Nasional Di Indonesia Dari Tahun Ke Tahun.

Tahun
Income Perkapita (US$)
2006
1.660,00
2007
1.946,00
2008
2.271,20
2009
2.590,10
2010
3.004,9
2011
3.550,00

Dari data diatas dapat kita simpulkan bahwa pendapatan nasional Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat meskipun dalam kenyataannya masih banyak masyarakat yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.












BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN





















DAFTAR PUSTAKA
Eko, Yuli. 2009. Ekonomi  1 : Untuk SMA dan MA Kelas  X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta.
Mulyati, sri Nur dan Mahfudz, Agus dan Permana, Leni. 2009. Ekonomi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta.
Roshidi, Suherman. Pengantar Teori Ekonomi.surabaya: Raja Wali Pers, 2009.
http://id.wikipedia.org/wiki/Pendapatan_nasional
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/06/pertemuan-ke-tujuh-a1-perputaran-roda-perekonomian






ARTIKEL TERKAIT:

No comments:

Post a Comment