Thursday, May 16, 2013

Puisi: Curhatan Qur'an

Oleh: Twienstar

Dalam kandungan, aku selalu jadi lagu terindah untukmu
Syairku selalu menjadikan nyaman dalam mimpimu
Hangat dan damai, teriring salalu dihatimu
Belutan getaran seakan ingin bertambah dekat denganmu
                    Usia kandungan mulai terngiang
                    Begitu juga keadaanmu makin terangsang
                    Umi mengajarkanmu tuk mengenal Tuhan
                    Syairku pun tak lupa beliau bisikkan padamu tentang-NYA
                    Terasa makin hangat kamu berada dalam atmosfer kawahnya
Durasi kelahiranmu mulai tertanda
Menatap dunia, menatap pula senyum sang pelita juangmu
Lafazku telah terukir dalam taaruf antara kamu dengan-NYA
Saat itupun aku dijadikan saksi atas nama hidupmu
                    Sewaktu kamu kecil,
                    Aku laksana dijadikan sahabat sejatimu
                    Pagi, siang, dan malam aku slalu mendekatimu
                    Umi juga mengajarkanmu untuk berkisah denganku
Mungkin tak hanya itu,
Saat kamu pergi ke taman bacaanku, aku pun ikut menjagamu
Abimu siap menjadi pengantar dan penjemputmu,
Abi juga rela dengan semua itu terhadapmu,

Agar kamu belajar lebih dekat mengenalku,
Bahkan mampu berkisah tentang isi hatiku
Abi berharap perjuangannya untukmu,
Agar kamu pandai mengingatku
Karena suatu saat, kamu dimintai menceritakanku kepada semua teman-temanmu
                    Namun,
                    Fakta kadang berbalik makna
                    Kesibukkan mulai jadi teman barumu
                    Bagimu mungkin dia lebih asyik,  istimewa, mudah diingat dari pada aku 
                    Aku cemburu padamu,
                    Aku merasa seperti tak layak lagi dicari
                    Aku merasa dipandang sebelah mata olehmu
                    Dan aku merasa kamu mulai melupakan aku
Mengapa itu harus terjadi ?
Padahal dulu, kamu mengagumiku, tertarik dengan ceritaku,
Bahkan ingin mengingatku dalam setiap hafalanmu
Dikala ingin bersamaku,
Ada saja halangannya, aku mulai tersisihkan
Dikala ingin bekisah denganku,
Tetapi malas mulai menyapamu
Dikala ada niat menghafalku,
Pasti kantuk mulai merayumu

Ya Allah…
Bagaimana ini ?
Mengapa semua mulai cuek denganku ?
Wahai para insan, tahukah kamu?
Aku hanyalah bacaan
Bukan berarti sekadar hiasan
Aku hanyalah lembaran ayat
Bukan berarti sekadar hikayat
Aku hanyalah kertas kusam
Bukan berarti sekadar tulisan buram
                    Aku punya makna dibalik akhir kehidupan
                    Tak ada seorangpun yang berani menentangku
                    Jikalau berani bermain tentangku
                    Sama halnya mempermainkan Maha Cintaku
Aku tak ingin kamu sendirian di ruang gelap
Maka jadikan aku penerang dalam jiwamu
Aku tak ingin laguku terhapus olehmu
Maka jadikan aku melodi terindah dalam ingatanmu
Wahai insan beriman,
Jika kamu ingin selamat dari percikan api,
Maka jadikan aku bekal hidupmu menuju alam barzah         


ARTIKEL TERKAIT:

No comments:

Post a Comment