Sunday, April 28, 2013

Daftar Orang Terkaya di Indonesia


Nyooohhh... Kalo pengen tau orang2 yang kuaaayyaaa di indonesiaaa..

Majalah Forbes kembali merilis daftar 1.426 orang terkaya di dunia pada tahun 2013. Nilai total harta dari keseluruhan orang terkaya di dunia ini mencapai 5,4 triliun dollar AS. Dari 386 orang terkaya Asia Pasifik, terdapat 25 orang kaya yang berasal dari Indonesia. Keluarga Hartono masih memimpin daftar orang terkaya di Indonesia.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2012 sebesar 6,23%. Meski angka ini masih di bawah target pemerintah dalam APBN-P 2012, yaitu sebesar 6,5%, namun Indonesia masih meraih pertumbuhan cukup baik dibandingkan negara lain. Hal tersebut juga mendorong pertumbuhan kelas menengah yang signifikan di Indonesia. Seiring hal tersebut ikut mendongkrak peningkatan kekayaan beberapa pengusaha asal negeri ini.

Pada 2013 ini, Forbes kembali melansir orang terkaya di Indonesia.
Posisi pertama dan kedua masih ditempati keluarga Hartono. Keluarga ini juga masih dalam urutan ke-131 dan 138 di dunia. Kedua bersaudara ini membangun kekayaan mereka pada berbagai kepentingan bisnis. Sebagian besar kekayaan mereka berasal dari Bank Central Asia, bank swasta terbesar di Indonesia.

Kemudian warisan perusahaan rokok Djarum. Bisnis lain di sektor perkebunan kelapa sawit, kepemilikan pada Grand Indonesia, pusat perbelanjaan mewah di tengah kota Jakarta. Selain keduanya, siapa lagi yang masuk jajaran orang terkaya di Indonesia seperti dilansir Forbes tersebut. Di daftar berikut kekayaan di hitung pake nilai dolar lho... kalo mau di ditung pake nilai rupiah , itung ndiri yaaa. US$ 1 = Rp. 9700 . hehehe

Berikut 10 orang terkaya di Indonesia dengan nilai kekayaan dan sumbernya:

1. Robert Budi Hartono


Robert Budi Hartono, lahir di Semarang 28 April 1940, meneruskan bisnis kretek dengan merek Djarum yang dirintis sang ayah, Oei Wie Gwan. PT Djarum yang didirikan 21 April 1951 di kawasan Bitingan Kudus, Jawa Tengah, kini dikenal sebagai salah satu perusahaan Kretek besar di Indonesia. Bersama sang kakak, Michael Bambang Hartono, bahu membahu membesarkan PT Djarum yang hingga kini memiliki lebih dari 75.000 orang karyawan.
Sangat menyukai olahraga bulutangkis yang bermula dari sekedar hobi lalu mendirikan Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum pada tahun 1969. Dari lapangan bulutangkis di tempat melinting kretek, Robert Budi Hartono menemukan talenta anak muda berbakat asli Kudus. Anak muda itu dimatanya, memiliki semangat juang yang tinggi, mental yang hebat dan fisik yang prima. Tak salah intuisinya, karena dalam kurun waktu yang tidak lama, anak itu mengharumkan nama bangsa di pentas dunia. Anak muda itu adalah Liem Swie King, yang terkenal dengan istilah “King Smash”.
Nilai kekayaannya US$ 8,5 miliar.


2. Michael Hartono


Michael Bambang Hartono, kelahiran Semarang, 2 Oktober 1939, menjadi nakhoda PT Djarum sepeninggal Ayahnya Oei Wie Gwan pada tahun 1963. Bersama adiknya Robert Budi Hartono, ia membangun perusahaan Kretek yang didirikan Ayahnya di Kudus 21 April 1951. Kedua bersaudara ini berhasil membawa PT Djarum sebagai salah satu perusahaan kretek yang dikenal masyarakat. Sekarang ini lebih dari 75.000 karyawan terlibat aktif dalam produksi kretek yang tersebar di beberapa pabrik seputaran Kudus.
Nilai kekayaan : US$ 8,2 miliar


3.Sri Prakash Lohia

Perusahaan Sri Prakash Lohia, Indorama Ventures, menjadi pemasok terbesar resin polyethylene terephthalate (PET) di dunia. Pada Februari 2012, Indorama membeli divisi bahan kimia perusahaan AS, Old World Industries Inc. Indorama juga memiliki unit usaha di Nigeria yang sangat menguntungkan.
Nilai kekayaan : US$ 3,4 miliar
Sumber: poliester




4. Chairul Tanjung


Chairul Tanjung (lahir di Jakarta, 16 Juni 1962) adalah pengusaha asal Indonesia. Namanya dikenal luas sebagai usahawan sukses bersama perusahaan yang dipimpinnya, Para Group.
Chairul telah memulai berbisnis ketika ia kuliah dari Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Sempat jatuh bangun, akhirnya ia sukses membangun bisnisnya. Keberuntungan Chairul Tanjung berasal dari industri media melalui konglomerasinya, CT Corporation. Trans Corp memiliki media, seperti Detik.com dan Trans TV. Dia juga mengontrol usaha ritel, Carrefour Indonesia dan sejumlah merek mewah seperti Giorgio Armani, Jimmy Choo, dan Valentino.
Nilai kekayaan : US$ 3,4 miliar
Sumber: beragam



5. Sukanto Tanoto

Sukanto Tanoto (lahir dengan nama Tan Kang Hoo di Belawan, Medan, 25 Desember 1949; umur 63 tahun) adalah seorang pengusaha asal Indonesia. Pada usia 17 Sukanto Tanoto mulai bekerja dalam bisnis keluarga, menjual suku cadang untuk perusahaan minyak dan gas. Sebagai anak tertua di keluarganya ia mengambil alih bisnis dan kemudian memperluas untuk membangun jaringan pipa gas untuk perusahaan multinasional, terutama bisnis menguntungkan selama krisis minyak 1972. Pemilik Royal Golden Eagle (RGE) ini memiliki perusahaan kelapa sawit Asian Agri. Kemudian pabrik pembuat kertas Asia Pacific Resources International Ltd, dan lainnya.
Nilai kekayaan : US$ 2,8 miliar
Sumber: beragam



6. Peter Sondakh



Peter Sondakh sukses melalui Rajawali Group. Usahanya bergerakdi bidang pertambangan, perkebunan, hotel dan jasa transportasi. Pada November 2012, grupm usahanya menggelontorkan US$ 50 juta untuk meningkatkan sahamnya di Indo Mines, sebuah perusahaan yang diperdagangkan di Australia dan memasok besi konsentrat ke Asia. Kelompok ini juga memiliki saham di konsorsium kereta api Bukit Asam Transpacific. Selain itu, adapula saham di perusahaan taksi Express.

Nilai kekayaan : US$ 2,5 miliar
Sumber : investasi
7. Martua Sitorus

.
Martua Sitorus merupakan salah satu pendiri dan CEO Wilmar International, perusahaan perkebunan dan pengolah minyak sawit mentah (CPO) terbesar di dunia dan produsen gula terbesar kedelapan. Kelompok usahanya mendapat hampir setengah pendapatan dari China melalui perusahaan Jin Long Yu, atau Golden Fish Naga. Dia menjadi pendiri Wilmar bersama Kuok Khoon Hong, keponakan dari orang terkaya Malaysia, Robert Kuok. Sitorus dan Kuok Khoon Hong juga memiliki gedung pencakar langit London Aviva Tower.
Nilai kekayaan : US$ 2 miliar
Sumber: minyak sawit mentah (CPO)


8. Tahir

Tahir, memulai usahanya di Bank Mayapada. Selain bank, sebagian besar kekayaannya juga dari kepemilikan real estat. Dia memiliki beberapa bangunan di Jakarta, hotel di Bali dan Batam, dan sebuah menara baru di Singapura.
Nilai kekayaan : US$ 2 miliar
Sumber : beragam




9. Low Tuck Kwong


Kekayaan bersih Low Tuck Kwong turun $ 1,9 miliar pada tahun lalu karena harga batu bara jatuh ikut mempengaruhi saham di perusahaan tambang batubara miliknya, Bayan Resources. Lahir di Singapura, Low bekerja untuk perusahaan konstruksi ayahnya di usia 20-an dan pindah ke Indonesia tahun 1972.
Nilai kekayaan : US$ 1,7 miliar
Sumber : Batu bara










10. Theodore Rachmart



Theodore Rachmat merupakan pemilik usaha CPO, Triputra Agro Persada, bersama miliarder lainnya, Benny Subianto. Perusahaan ini diketahui berencana meningkatkan luas sekitar dua-pertiga dari yang ada saat ini pada 2015. Theodore juga berinvestasi di perusahaan batu bara Adaro Energy.(L-1)
Nilai kekayaan : US$ 1,7 miliar
Sumber : batu bara

ARTIKEL TERKAIT:

No comments:

Post a Comment